Menjadi Figur Perempuan Idaman

Kecantikan bukanlah yang utama. Memiliki kecerdasan yang luar biasa juga bukan jaminan bagi seorang perempuan untuk menjadi sosok yang diburu kaum adam.

Jaman sekarang, kita harus memupuk semangat kompetitif. Berani menghadapi persaingan demi kemajuan dan mewujudkan keinginan positif. Setiap orang pasti tidak ingin dianggap sebagai seorang remaja yang tidak pernah serius dalam menghadapi masa depan. Seorang remaja harus mulai kritis memperhitungkan keberadaannya saat ini dan mulai merencanakan segala sesuatu yang akan dijalani untuk masa depannya.

Mewujudkan cita-cita, keinginan maupun harapan memang tidak semudah yang kita bayangkan. Kisah-kisah orang sukses yang kita baca selalu menunjukkan betapa sesuatu yang berarti harus dilalui melalui serangkaian perjuangan yang luar biasa beratnya.

Sayangnya, masih banyak orang yang merasa malu untuk menunjukkan semangat kompetitif. Barangkali takut terkena celaan orang lain yang mengatakan bahwa mereka ‘sok’. Entah mengapa orang cenderung mengacungkan jempol justru ketika mereka melihat kita yang hanya pasif.

Melihat semakin ketatnya persaingan, kita harus semakin membuka mata untuk bisa melihat celah-celah yang dapat diterobos. Kita harus berani menyombongkan diri dalam konteks yang benar. Bukan hanya sekedar tong kosong berbunyi nyaring. Tengoklah semua hal yang ada di sekeliling kita. Semua berpacu untuk memperoleh yang terbaik, dan kita harus tunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu.

Selain harus ’sombong’ dalam konteks yang benar, kita juga perlu memiliki rasa ’narsis’ atau mencintai diri sendiri. Dalam hal ini pun, kita harus memiliki porsi yang pas. Rasa narsis yang berlebihan justru akan menjadi bumerang bagi kita sendiri. Sama halnya apabila kita memiliki rasa minder yang berlebihan. Kita harus menyadari kekurangan kita dan menjadikannya motivasi untuk menjadi lebih baik. Mengubah ketidakberdayaan menjadi keberdayaan. Pada intinya, rasa narsis dan rasa minder dapat kita seimbangkan untuk memperoleh kepribadian yang baik.

Narsis sering terjadi kepada orang-orang yang sadar akan kelebihan-kelebihan yang dia miliki. Rasa ke-aku-annya menonjol dan berangsur memusat pada diri sendiri, atau bisa dikatakan dengan istilah ego sentris. Semua yang terjadi dinilai dengan standar diri sendiri. Baginya yang terbaik adalah dirinya sendiri.

Mengatasi narsis haruslah dilandasi oleh keyakinan betapa kompleksnya hidup ini. Tentang betapa banyaknya kelebihan yang dimiliki orang lain yang tidak kita miliki. Mencintai orang lain membuat hidup kita lebih berwarna, mencintai diri sendiri akan membuat kita merasa kesepian.

Untuk menjadi perempuan idaman kita juga perlu memiliki sosok idola. Memilih atau menentukan tokoh idola, tentu saja kembali pada masing-masing individu. Ada seseorang yang menjadikan figur seorang selebriti untuk dijadikan idola. Namun ada juga yang mengidolakan ayah atau ibunya sendiri.Untuk dapat menentukan siapa idola kita, kita perlu pemahaman yang serba kompleks terhadap subyek idola. Memilih figur idola tanpa dilandasi alasan yang pas tentunya akan sangat menggelikan.

Memiliki idola selalu beriringan dengan pola meniru dan mengekor. Lalu apa akibatnya jika kita meniru yang buruk? Para remaja memang membutuhkan tokoh sentral yang bisa dijadikan pedoman.

Kita juga bisa menjadi figur idola bagi orang lain. Jika kita pintar, baik, bijaksana, bisa mulai mengatur dan menentukan masa depan, kita pun dapat menjadi idola. Perempuan idaman adalah perempuan yang diam-diam atau secara terang-terangan dijadikan idola orang-orang di sekitarnya.

 

Sumber:

1. Judul Buku : Cewek Most Wanted

2. Pengarang : Donatus A. Nugroho

3. Tahun terbit : 2006

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: