Kuliner Solo

                 Solo sebagai salah satu kota yang masuk dalam jajaran World Heritage Cities adalah kota yang kaya akan budaya. Selain batik, musik keroncong, keris, wayang serta beberapa kawasan heritage seperti Pura Mangkunegaran, Keraton Kasunanan Surakarta, Balekambang, Kampung Batik Laweyan dan Kauman, Solo juga memiliki kuliner khas yang mempunyai daya tarik tersendiri. Berbagai makanan khas dan enak yang ada di Solo rasanya pantas untuk menjadikan kota ini sebagi kota tujuan wisata Kuliner terbaik. Solo memang surga dari wisata kuliner.

 

Gladag Langen Bogan (Galabo) merupakan salah satu objek wisata berbasis kuliner yang menyediakan berbagai macam makanan khas Solo. Kita sebagai warga Solo sepatutnya berbangga kepada ide dan kerja keras yang telah dilakukan oleh Walikota Surakarta untuk memajukan Kota Solo sebagai pusat budaya dan kuliner.

Sejauh ini Galabo telah menjadi kebanggan bagi Kota Solo karena selalu menjadi sasaran bagi para pengunjung, baik dari warga Solo sendiri maupun dari luar. Namun kian lama eksistensi Galabo kian menurun. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar.

Beberapa permasalahan yang menimbulkan berkurangnya minat pengunjung adalah permasalahan ketersediaan toilet umum di Galabo. Sebagai pusat kuliner yang didatangi oleh sekian banyak pengunjung seharusnya disediakan fasilitas toilet dan wastafel sebagai tempat cuci tangan. Kondisi Galabo yang menggunakan konsep ruang terbuka juga kurang menguntungkan terutama di musim hujan. Selain faktor dari luar, juga terdapat faktor dari dalam yakni masalah cita rasa dan kebersihan yang kurang bisa dijaga oleh para pedagang.

Beberapa langkah telah dilakukan pemerintah untuk menangani masalah tersebut. Pemerintah kini telah menyediakan toilet dan wastafel darurat untuk menambah kenyamanan bagi para pengunjung. Namun sayang, sejauh ini toilet dan wastafel tersebut kurang begitu mendapat perhatian terutama dalam hal kebersihan. Dan untuk permasalahan penanggulangan masalah hujan, pemerintah belum menunjukkan upaya apapun.

Kuliner Solo sudah selayaknya kita pertahankan eksistensinya. Sebab amat disayangkan sekali apabila kuliner khas Solo itu nantinya tak lagi diminati masyarakat Solo dan perlahan punah tanpa jejak. Semakin hari semakin banyak restoran-restoran cepat saji yang menghidangkan makanan-makanan ala Barat dan Eropa, Coffee Shop, café dan kedai-kedai penyedia makanan khas daerah lain yang mulai menjamur. Bukan tidak mungkin masyarakat Solo akan lebih memilih kuliner pendatang dari pada kuliner lokal karena keunikan makanan tersebut yang tidak bisa ditemukan pada makanan Solo.

Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan oleh pemerintah Kota Solo adalah dengan membangun Gladag Langen Bogan atau yang lebih dikenal dengan istilah Galabo sebagai pusat wisata kuliner Solo. Gladag Langen Bogan solo adalah sebuah arena ruang terbuka berlokasi di sebelah timur bundaran Gladag tepatnya di Jl. Mayor Sunaryo depan Beteng Trade centre dan Pusat Grosir solo dan berbatasan dengan situs bersejarah beteng Vastenburg. Areal ini di malam hari disulap oleh pemkot Solo menjadi areal terbuka tempat berkumpulnya aneka macam kuliner khas kota Solo. Berbagai macam makanan terutama yang menjadi ciri khas makanan Solo dapat kita temukan di sana. Namun sayangnya, pemilihan konsep outdoor atau ruang terbuka kurang begitu menguntungkan di musim hujan.

Daya tarik kuliner khas Solo bukan sekadar omong kosong. Bisa kita lihat di tempat-tempat yang menyediakan kuliner khas Solo selalu ramai diserbu pengunjung. Bahkan beberapa tokoh kenamaan negeri ini senantiasa menyempatkan diri mampir di kedai-kedai kuliner favorit mereka ketika mengunjungi Solo. Acara-acara kuliner di berbagai stasiun televisi pun tak jarang menyambangi Solo guna mencicipi lezatnya kuliner Kota Bengawan ini. Kita patut mengacungi jempol bagi pemerintah Kota Solo atas usahanya untuk mempertahankan kuliner Solo sebagai kekayaan budaya dengan membangun Galabo.

Beberapa makanan khas yang menjadi ikon kota Solo dan terdapat di Galabo diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Nasi Liwet

Nasi Liwet mungkin adalah makanan khas Kota Solo yang paling terkenal, bahkan kebanyakan orang hanya mengenal nasi liwet sebagai satu-satunya makanan khas Solo.

  1. Jenang Lemu

Jenang lemu adalah bubur yang tidak kalah gurih dari nasi liwet, hanya saja memang tidak berupa nasi melainkan bubur. Akan lebih nikmat jika disantap bersama terik, sambal tumpang, gudeg, maupun sambal goreng cecek.

  1. Timlo

Timlo merupakan salah satu makanan khas di Kota Solo. Berbeda dengan makanan sejenis yang dimiliki daerah lain, Timlo Solo tidak mempergunakan soun dan jamur merang. Timlo Solo adalah hidangan berkuah bening yang berisi sosis daging ayam yang dipotong-potong, potongan telur pindang, hati dan ampela ayam.

  1. Sate Buntel

Sate Buntel adalah sate kambing khas Kota Solo yang lain dari pada yang lain. Sate Buntel terbuat dari daging kambing yang dicincang, diberi bumbu bawang dan merica dan kemudian di-buntel (dibungkus) dengan lemak kambing.

  1. Peces Ndeso

Pecel ndeso adalah nasi pecel yang nasinya berasal dari beras merah, jenis beras yang kini sulit didapat. Pecelnya, berisikan dedaunan mulai dari jantung pisang, nikir, daun petai cina, bunga turi dan kacang panjang.

  1. Tengkleng

Isi tengkleng adalah tulang-belulang kambing dengan sedikit daging yang menempel. Sebagai lauk pelengkap, diberi sate daging, sate usus, sate jeroan, otak dan bagian organ kambing lainnya yang ikut digulai bersama tulang-tulang, seperti mata, pipi, kuping, dan kandungan (klepon).

  1. Sate Kere

Disebut sate kere karena di warung Sate Kere akan dijumpai sate tempe gembus (tempe yang dibuat dari ampas kedele sisa pembuatan tahu), disamping daging dan jeroan sapi. Namun, biasanya tempe gembus-nya lebih dominan.

  1. Gudeg Ceker

Ceker (kaki ayam) menjadi hidangan sampingan yang dihidangkan bersama dengan gudeg. Selain dimakan bersama dengan nasi gudeg, pengunjung bisa juga memesan ceker sebagai hidangan sampingan dari bubur.

  1. Dawet Telasih Pasar Gede

Menikmati Dawet di cuaca panas memang enak sekali. Bertempat di dalam Pasar Gede Hardjonagoro, namun juga membuka cabang di Galabo.

Selain hidangan-hidangan khas tersebut, Galabo juga menyediakan makanan khas lain, seperti makanan-makanan Arab, Cina, dan sebagainya. Hal tersebut menjadikan kekurangan karena fokus pembangunan Galabo sebenarnya sebagai wadah makanan khas Solo akan terakulturasi oleh makanan khas lainnya. Namun sisi positifnya, para pengunjung dapat menikmati beragam makanan yang tersedia dan tidak bosan dengan makanan yang itu-itu saja.

Pada awal keberadaan Galabo, tempat ini sempat menjadi sasaran bagi warga Solo sendiri maupun para wisatawan untuk berwisata kuliner. Namun sayang semakin lama Galabo semakin sepi pengunjung. Oleh karena itu, pusat wisata kuliner ini hendaknya dikelola secara profesional. Para pedagang diharapkan selalu mengedepankan cita rasa dan pelayanan. Segencar apapun promosi dilakukan, atau sehebat apapun atraksi sebagai daya dukung ditampilkan, sepanjang tak didukung faktor utama berupa cita rasa makanan, pengembangan wisata kuliner tidak bisa maksimal.

Selain itu pengunjung juga diharapkan untuk berperan aktif, misalnya dengan turut menjaga kebersihan. Karena selain cita rasa, kebersihan dan kenyaman bagi pengunjung sangat berpengaruh besar terhadap minat masyarakat. Kita semua berharap agar Gladag Langen Bogan Solo membuat kehidupan malam dikota ini menjadi lebih semarak dan menyenangkan.

 

Sejauh ini Galabo merupakan ikon yang paling ternama di kota Solo sebagi pusat kuliner. Untuk menjaga agar Galabo tetap menjadi kebanggaan masyarakat kota Solo, maka diharapkan agar pemerintah dan masyarakat mampu berkorelasi. Usaha-usaha tersebut dapat diterapkan dengan menjaga cita rasa makanan dan pelayanan bagi para pedagang, menjaga kebersihan dan kerapian yang wajib diterapkan baik bagi para pengunjung maupun pedagang. Bagi pemerintah juga diharapkan agar semakin gencar mempromosikan keberadaan Galabo.

Explore posts in the same categories: Recipes

One Comment on “Kuliner Solo”


  1. […] Pemkot Medan Berencana Gelar Pasar Murah – ANTARA Sumut : Portal Berita Orang SumutSOSIALISASI PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI E-LAKIP DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNGKuliner Solo […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: