HIKAYAT PUTRI MAHKOTA

Hi there,, thanks a lot buat kalian yang sudi berkunjung ke blog ini..

Sekedar pengen bagi2 hasil karya yang kubuat kurang lebih setahun yang lalu,, yaitu sebuah naskah drama yang juga sudah ditampilkan dengan tokoh utama tentunya aku sendriri!!! Wkwkwkwk..

Sebenarnya aku pengen share videonya,, tapi terlalu high size,, upload dari tadi ga kelar2..

Videonya nyusul aja yah..

hehe.. :p

Nah,, buat temen2 yang mungkin butuh hiburan garing,, boleh kok baca. Apalagi kalo mau ditampilin buat pertunjukkan drama,, waaa boleh banget!! Asal jangan lupa mencantumkan namaku sebagai pemilik hak cipta yaa..

hohoho..

Check it out!!

 

Pemain:

  1. Ageng Dewanata (XI IS1/01) : Sebagai Patih Kerajaan
  2. Ganang (XI IS1/18) : Sebagai Raja
  3. Rr. Mahayu (XI IS1/31) : Sebagai Tukiyem Latjuba
  4. Ratna Eta Karina (XI IS1/32) : Sebagai Caroline Springbed
  5. Tiara Vega (XI IS1/35) : Sebagai Stefani Setyowati
  6. Yehezkiel Seto (XI IS1/40) : Sebagai Pengeran Bawela

 

Sutradara: Fransiskus Tri Haryatmo

Ing sawijing keraton kang duwe jeneng “Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo Tut Wuri Handayani Jer Basuki Mawa Bea”, ana pengeran bagus kang arif lan wicaksana jenenge “Pangeran Bawela”. But this prince who was getting older hadn’t had a princess yet. This worried the king and finally he took the initiative to find a princess for the prince through a prize contest that was announced by his chief minister.

Yang artinya:

Di sebuah kerajaan yang bernama “Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo Tut Wuri Handayani Jer Basuki Mawa Bea”, hiduplah seorang pengeran tampan yang arif dan bijaksana bernama “Pangeran Bawela”. Namun sayang seribu sayang sang pangeran yang sudah berumur ini, belum memiliki seorang putri mahkota. Sehingga membuat Raja cemas yang akhirnya berinisiatif untuk mencarikan putri mahkota untuk Bawela melalui sayembara yang disebarkan oleh sang patih.

 

Babak 1

Raja : (Sedang bicara sendiri)

Hmm, anakku si Bawela kan sudah tua. Rasanya kok ada sesuatu yang kurang ya? Bawela itu sudah 40 tahun tapi kok belum ada pendampingnya. Coba ku panggil si Bawela ke sini. Patih, panggilkan Bawela kesini!

Patih : Daulat Raja! (Kemudian ke dalam memanggil Bawela. Bawela dan patih keluar).

Bawela : Ada apa Ayahanda?

Raja : Begini Anakanda, mengingat usia Ayahanda sudah satu abad kurang 10 tahun Ayahanda ingin menimang cucu, tidakkah engkau ingin memiliki seorang istri dan apa kamu tidak takut kerismu tumpul? Betulkan Patih?

Patih : Betul!

Bawela : Tumpul ? Gak mungkin Ayahanda. Kan tiap hari diasah. Tapi kalo ini memang keinginan Ayahanda, aku menurut saja. Tapi harus sesuai dengan syarat-syarat yang sudah saya program 5 tahun yang lalu. Patih cari arsipnya!

Patih : Siap! (Patih masuk lalu keluar lagi membawa laptop)

Raja : Bagaimana solusinya mencari istri untuk Bawela?

Patih : Aha, kita adakan saja sayembara! Betul?

Maha Raja : Hmm, Oke. No problemo! Patih, atur semuanya!

Patih : Siap!

 

Babak 2

Keesokan harinya, Patih segera memberikan pengumuman kepada para warga, diutamakan para perawan di desa Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo Tut Wuri Handayani Jer Basuki Mawa Bea.

Patih : (Sambil berjalan membawa laptop) Woro-woro. Bagi paklek-paklek, pakne, bune, dan seluruh perawan tir-tir di wilayah kerajaan Gemah Ripah Loh Jinawi Tentrem Kertoraharjo Tut Wuri Handayani Jer Basuki mawa Bea. Ada pengumuman puenting banget nih!

Warga : Ada apa, ada apa?

Patih : Raja Bawela mengadakan sayembara untuk menjaring perawan-perawan thir-thir untuk dijadikan putri mahkota. Adapun syarat-syaratnya sebagai berikut:

  1. Lulusan D2 PGSD, diutamakan perguruan tinggi Negeri
  2. IPK minimal 2,75

  3. Melampirkan surat pencari kerja dari depnaker terdekat yang sudah dilegalisir
  4. Melampirkan surat catatan kepolisian dari polres terdekat

  5. Melampirkan surat lamaran ditulis tangan dengan materai Rp 6000,-

  6. Pas photo 4 x 6 hitam putih dua lembar

Lamaran dialamatkan kepada Bupati setempat sampai 2 hari kedepan.

Stefani : Lho kok kayak pendaftaran CPNS, gimana toh patih?

Tukiyem : Iya, gimana yang bener?

Patih : Oh iya…ya. Yaa maap! Nah ini baru betul! Kalian semua dengarkan lagi! Persyaratannya harus perawan tir-tir dan bersedia menunjukkan keahliannya. Informasi lebih lanjut hubungi no. telp ganol ganol gampat atau akses internet media website www dot gemah repah loh jinawi tata tentrem kertoraharjo tut wuri handayani jerbasuki mawa bea dot com. Waspada terhadap calo-calo yang berkeliaran. Tertanda Lidah Wetan 17 Agustus 2006.

Caroline : (Berguman) Ya, ini kesempatan yang baik buat aku untuk lebih menjunjung harkat dan martabat keluargaku sebagai keturunan darah biru. Tenang, papikan punya relasi di kerajaan pasti dia bantu aku untuk jadi putri mahkota. Dan tidak lama lagi, setelah raja mati, maka aku akan menjadi permaisuri.

(tersenyum puas)

 

 

Babak 3

Satu minggu setelah pengumuman sayembara disiarkan, penghelatan terbesar itu pun dilaksanakan. Para calon putri mahkota berkumpul di kerajaan untuk memperebutkan tahta putri mahkota.

Patih : Iya, yang daftar nomer satu?

Caroline : Perkenalkan, saya putri saudagar sekaligus bangsawan kaya dari negeri seberang.

Patih : Anda yang kemarin telpon minta lewat jalan pintas itu kan?

Caroline : Iya betul.

Patih : Untuk jalan pintas harganya 3 milyar.

Caroline : Kok mahal sekali?

Patih : Sebentar saya bacakan rinciannya:

1. Pendaftaran : 500 juta

2. Biaya Konsumsi : 300 juta

3. Biaya wira-wiri : 500 juta

4. Sisanya buat sogok sana sogok sini, buat uang pelicin.

Caroline : Baiklah untuk pembayaran, saya transfer via Bank.

(Lalu pamit dan pergi)

(Sambil berjalan, Caroline bertemu dengan Stefani dan Tukiyem)

Caroline : E … Ternyata kalian-kalian juga mau ikut sayembara ini?

Stefani : Kalo iya kenapa?

Caroline : Ternyata kalian belum sadar juga, kalian itu kan hanya anak seorang pembantu, miskin dan tidak berpendidikan, najis tau dan sudah pasti aku yang akan terpilih.

Tukiyem : Hei congkak, apa hakmu menghina kami seperti itu meskipun kami miskin, bukan berarti kamu lebih baik dari kami.

Stefani : Betul apa yang kamu katakan, dasar orang sombong tidak tau malu, lidah buaya, bunga bangkai, kumis kucing.

Tukiyem : Hei…Hei… Hei itu kan nama-nama bunga.

Stefani : Oh ya, kamu itu …kucing, buaya.

Carolina : E…kamu nglawan ya. Dasar orang miskin.

Tukiyem : Udah tidak usah bacol, hajar aja!

(bertengkar)

Patih : (Patih datang) Apa-apa ini kalian tidak tau ya kalo ini Istana?

Caroline : Enggak kok, katakan cuma acting iya kan?

Semua : Iya.

Patih : Kalau begitu sekarang semua duduk yang manis, tangan ke atas, tangan kesamping, tangan dilipat duduk yang manis.

Patih : (Raja dan Bawela memasuki arena sayembara) Beri hormat! (para peserta berdiri, setelah raja duduk semua ikut duduk)

Raja : Patih, sayembara bisa dimulai sekarang?

Patih : Siap raja, betul.

Inilah dia peserta pertama: Caroline Springbed dengan prestasi:

1. Pernah mengikuti lomba ngedance tingkat RT

2. Lomba tari tradisonal tingkat kelurahan sebagai juara berharap.

Untuk sayembara ini peserta 1 akan menampilkan tari patah-patah. Tetapi karena ada kebijakan dari pemerintah yang melarang keras aksi pornoaksi dan pornografi, maka dianulir.

Raja : Lo, kok begitu?

Caroline : Iya raja, sekarang kan ada RUU APP, udah diresmikan. Jadi saya kan enggak mau ditangkap sebelum jadi putri mahkota. Lagian tetangga saya kan Roma Irama jadi saya takut dituntut.

Raja : Oh begitu, bisa-bisa.

Patih : Sekarang peserta selanjutnya Stefani Setyowati. Pernah mengikuti 20 kali lomba tari hula-hula tapi tidak pernah menang.

Stefani : (sambil menari tapi hula-hulanya selalu jatuh) Maaf.

Raja : Wah bikin dadaku rontok, ini yang bikin kerisku naik turun. Sekarang panggilkan peserta berikutnya.

Patih : Inilah dia peserta kita yang ke III. Juara masak kikil kuda nil, mari kita sambut Tukiyem Latjuba.

Tukiyem : (Menyanyi)

Raja : Peserta sudah habis anakanda, sekarang dari semua peserta ini siapa yang kamu pilih sebagai calon istrimu?

Bawela : Semuanya bagus, dan hampir membuat jantungku copot, betul patih?

Patih : Betul!

Raja : Yang mana ya?

Caroline : Pilihlah aku…(menyanyi lagunya Krisdayanti)

Bawela : Tenang-tenang. Dari hasil pengamatan saya, semua hebat dan saya putuskan…. memilih berkelana saja, karena…dari semua pelamar membuat jantung dan kepala saya bertambah pecah.

Semua Peserta : Hah? Terus, nasib kita? (serentak)

Bawela : Patih, kamu urus semuanya!

Patih : Siap Boz! Jiahaaaa… Ayo semua sini sama saya… (berlari mengejar para gadis)

Semua Peserta : Arrrgghhhh….

 

Akhirnya, setelah Pangeran Bawela memutuskan untuk berkelana, ia memberikan mandat kepada patih untuk mengurus para gadis peserta sayembara. Sang patih pun akhirnya memutuskan untuk menikahi ketiga gadis itu dan hidup bahagia selamanya.

 

-Tamat-

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: